Sabtu, 09 Februari 2013

Seed's Feeling

"A tree is wonderful living organism which gives shelter, food, warmth and protection to all living things. It even gives shade to those who wield an exe to cut it down".
-Buddha-

HALO! Namaku biji. Aku ada di suatu tempat yang hangat. Selalu damai, dan terlindungi. Ya. Tanah adalah ibuku. Aku dibesarkan oleh ibu dengan sangat baik. Aku selalu bahagia dengan dekapan dan pemberian ibu yang tanpa batas.

Paman tikus tanah dan bibi semut pernah berkata kepadaku, kalau suatu hari aku akan tumbuh besar. Berubah, berdiferensiasi menjadi pohon. POHON!!! Saat aku mendengar kata-kata pohon, aku membayangkan kakek kelapa. Kata ibu tanah, kakek kelapa sangat tinggi dan menjulang. Kokoh. Kalau ada cahaya panjang langit, kakek tidak jatuh dan mati. Kakek hanya goyang daun saja. Aku ingin sekali menjadi seperti kakek.

Tapi, waktu aku mendengar suatu hal dari tante cacing, katanya di luar perut ibu, ada suatu makhluk. Mereka tidak peduli dan suka merusak. Bahkan kakek juga mati di tangan mereka. Kata tante cacing, mereka bernama manusia. Kira-kira, apakah benar manusia itu jahat? Kata ibu, manusia juga yang berperan dalam kelangsungan hidupku di sini. Mereka suka memberi tambahan makanan untukku. Ya. Pupuk dan air itu kesukaanku. Manusia yang memberikannya, kata ibu.
Tapi... Bagaimana kalau nanti aku bernasib sama seperti kakek kelapa? Hmm, sebenarnya itu aneh. Kenapa kakek kelapa dibunuh? Padahal kakek kan tidak bersalah!

Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana mungkin kakek yang kokoh mengganggu mereka? Kakek pasti melindungi mereka dari tetes besar air. Kakek pasti melindungi mereka dari terik panas matahari.

Hhh... Sepertinya aku harus menunggu waktu. Menunggu hingga aku tumbuh besar, dan merasakan apa yang akan terjadi.

Tidak ada yang tahu masa depan, bukan? Aku harus mempunyai semangat dan rasa bertahan. Untuk menjadi sosok pohon, yang melindungi ibu dan makhluk itu. Manusia.


*Some characters were inspirated by Suzue Miuchi, Bidadari Merah Series.


Hujan

Setiap air dari langit mestinya sampai di laut. Tempat perkumpulan banyak air. Tapi bagaimana dengan air yang menggenang? Air itu terpisah, terasing di sana. Apakah ia tak merasa tersesat? Atau sebaliknya, ia merasa beruntung menjadi wakil dari mayoritas? Bagaimana menurutmu?
Aku dilahirkan dari mimpi. Dibesarkan dan dirawat bersama mimpi. Terkadang memang mimpi itu sempat hilang, dan itu karena aku yang gagal menjaganya. Kenapa ya ia tidak menjaga? Ia harus dijaga. Karena dengannya aku bisa lebih hidup. Padahal hidup itu bukan mimpi. Tapi justru dengan putus asa aku gagal, dan dengan mimpi yang harus dijaga itu, aku pikir semua orang bisa bersinar.

Jumat, 25 Januari 2013

history's world

"If the world is just
for the present,
If the world is just
for the future,
We'll never can be
the wise one to face
all those world.
Because, there's no history's world."

Sabtu, 12 Januari 2013

Cerita Kebun

Setiap celah dalam barisan pohon, membuatkan satu lubang pintu. Satu lorong tak berujung, hamparan sekat yang bersisian. Jauh di kala cepat. Hilang di kala dekat. Jalan yang di bawahnya, misteri tanda tanya. Berakhirkah di sebuah tempat? Bumi yang tahu jawabannya.

Jumat, 14 Desember 2012

Sedikit;Sebentar;Tak Lama

Dunia berlalu cepat
Segera seperti angin yang pergi
Menjemput malam dan mengganti cuaca
Secerah atau segelap refleks diri kita padanya
Dunia hanya improvisasi sandiwara
Yang nanti menentukan arah pertunjukkan nyata kita sebenarnya
Berada di dunia kekal tempat alam akhirat

Sabtu, 08 Desember 2012

Mimpi

Tahukah kau arti mimpi?
Yang muncul di kala semangat, yang mundur di kala patah arang.
Mimpi bisa jadi adalah tujuan, tapi bisa juga jadi harapan.
Mimpi bisa membuat seseorang bertahan, meningkat, dan berusaha lebih keras.
Tahu rahasia mimpi? Bahagia dan harapan, itu kandungannya.
Hidup tanpa mimpi tak akan terasa bahagia, tak akan terasa kehidupan.